19 Aug 2016

Gue itu Orangnya Egois

Figur 1.1 Penggunaan kata "ego" yang salah.
Ego, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya adalah /├ęgo/ n Psi 1 aku; diri pribadi; 2 rasa sadar akan diri sendiri; 3 konsepsi individu tentang dirinya sendiri. Ego-is, Egoisme, Egoistik. Katanya, sih, begitu.

Mungkin makin kesini sekarang kita makin sering mendengan kata-kata 'Ego' ini bertebaran dimana-mana. Khususnya dalam pergaulan pasti nggak jarang beberapa dari teman kita menggunakan kata ego ini. Baik secara sengaja, maupun tidak.
Hmmm..Contohnya mungkin seperti ini:
A: "Eh, gue lupa deh. Bapaknya Thomas Edison namanya siapa?"
B: "Lah, ngapa lu tiba-tiba nanya bapaknya Thomas Edison?"
C: "Yah, yang jelas mah bukan bapak gue."
A: "Ya itu mah gue juga tau egoo.."
C: "Ya kan gue cuma canda egoo.."
Salah.

Dari definisi KBBI kita bisa tafsirkan kalau yang dimaksud dengan arti dari kata "Ego" yang benar adalah sebuah pemikiran akan diri sendiri, pribadi, konsepsi atau pandangan seseorang memandang dirinya sendiri. Yang berarti, sebuah ego akan dipengaruhi dari bagaimana cara orang tersebut memandang dirinya sendiri. Sekali lagi, konsepsi bukan kontrasepsi. Iyak, makasih.

Setiap manusia pasti memiliki ego-nya masing-masing, dan dari yang gue telaah ego itu tidak bisa dipisahkan dari diri manusia sendiri. Karena kembali lagi, ego adalah konsepsi pribadi. Pemikiran pribadi. Mungkin beberapa dari kita sering banget mengatakan seseorang itu 'ego-is' atau seseorang memiliki 'ego yang besar'. Tapi apakah sebenarnya itu adalah sesuatu yang buruk?

Jika kita berusaha untuk tidak menjadi seseorang yang 'ego-is', itu berarti kita akan menjadi seseorang yang akan lebih mementingkan orang lain ketimbang diri kita sendiri. Ironinya ketika kita menjadi seseorang yang tidak ego-is, tetap akan ada ego-ego lain yang lebih kuat diluar sana dan hal tersebut bisa saja mengancam eksistensi kita, dan kita akan punah! ... ooke itu lebay.
Figur 1.2 tolong aq punah..
Tapi maksud gue disini adalah, bagaimanapun kita tidak akan bisa menjadi seseorang yang full non-egois. Karena ego itu sendiri adalah sebuah bagian dari diri kita sendiri, adalah bagaimana kita melihat diri kita, bagaimana kita melihat diri kita dari mata orang lain tanpa menjadi orang lain. Bingung ye?

Mungkin beberapa dari kamu-kamu, iya, kamu, yang lagi baca sambil ngupil pake jempol teddy bear disana. Mungkin kamu pernah berusaha berubah menjadi seseorang yang tidak egois dengan cara tidak memikirkan diri sendiri, menjadi lebih selfless dari biasanya. Beberapa saat mungkin orang lain akan terasa nyaman, namun jika hal tersebut berlanjut terus menerus maka ke-selfless-an itu (bahasa apa ini yang gw pake -_-) akan membuat pandangan diri kita terhadap kita sendiri berubah ke arah yang negatif. Kita bisa saja merasakan ketidakberdayaan, ketidakbergunaan, mendengar suara-suara yang tidak didengar oleh orang lain, ada yang merasa menyuruh untuk bunuh diri pake sendok bubur SUN, dan lain-lainnya. Nggak percaya? boleh dicoba 3 bulan kalo nggak suka nanti DP kembali.
"Terus jadi gimana? Maksudnya gue harus jadi orang yang egois terus gitu?"
Jawabannya.. iya dan tidak.
Iya, karena pada dasarnya kita memang tidak bisa menjadi seseorang yang tidak ego-is. Kita pasti memiliki idealisme dan pemikiran kita sendiri-sendiri, dan terkadang hal tersebut disadari atau tidak pasti akan bermanifestasi sebagai perbuatan atau tingkah dan perkataan kita sehari-hari. Disadari atau tidak, kita adalah ego kita sendiri... *masukkan musik serem disini* dan Tidak, karena mungkin konteks 'egois' yang ada disini adalah memaksakan ego kita kepada orang lain atau siapapun di sekitar kita. Karena masing-masing dari kita memiliki ego kita sendiri, maka jika kita berusaha memaksakan ego kita yang akan terjadi adalah.. yep, konflik. Yang bisa kita lakukan untuk mencegah hal tersebut hanyalah dengan berusaha menghargai ego orang lain, berusaha melihat diri orang tersebut dari mata orang tersebut melihat dirinya dari mata orang lain tanpa dirinya menjadi orang lain. Dor.

Jadi mungkin, kita sebenarnya juga tidak bisa dibenarkan jika berkata seperti..
"Kamu jangan jadi orang yang egois dong!" karena sebenarnya orang yang menyuruh dirinya untuk tidak egois itu juga sedang memaksakan ego-nya untuk menjadikan lawan bicaranya tidak ego-is. "Jangan mentingin ego-mu sendiri aja dong!" berarti yang berbicara juga ingin ego-nya dipentingkan, bukankah itu agak ego-is? Dan contoh-contoh lain, contoh-contoh lainnya yang mungkin bisa kalian tambahkan sendiri.
Yang bisa kita lakukan adalah sama-sama berusaha untuk mengerti ego masing-masing dan mencoba untuk menghargainya. Dengan begitu mungkin konflik besar yang akan sebentar lagi terjadi bisa terelakkan. Well, it doesn't hurt to try to understand more.

Yang gue pikir.. permasalahan utamanya yang terjadi pada soal 'ego' ini sebenarnya adalah bagaimana cara kita melihat diri kita sendiri. Pandangan dan idealisme diri kita terhadap diri kita sendiri dan juga orang lain. Merubah hal tersebut bukanlah suatu perkara yang mudah, nggak gampang banget. Dan bagaimana cara kita bisa merubah hal tersebut adalah dengan menjadi seseorang dengan pikiran yang lebih terbuka. Bertemu dengan banyak orang untuk saling bertukar pikiran, melihat pendapat-pendapat dan ide-ide baru diluar sana, pergi keluar dan melihat dunia dengan lebih luas lagi. Dengan begitu kita akan mendapatkan banyak pengalaman baru dan akan membuat pikiran kita lebih luas dalam memandang lingkungan sekitar, dan juga otomatis akan merubah cara pandang kita terhadap diri kita sendiri. Tapi inget, jangan sampe ilang..

Figur 1.3 Orang Nyasar
Yah.. mungkin gue sendiri juga sudah terlalu lama berhenti disini untuk menunggu dan memutuskan untuk tidak mengambil kesempatan yang pernah datang karena ingin mempertahankan sesuatu. Namun setelah gue pikir lagi, mungkin perubahan itu memang harus gue lakukan. Kehidupan itu dinamis, manusia itu dinamis.. semuanya selalu berubah. Jika kita berusaha untuk tetap menjadi statik, lama kelamaan arus itu akan membawa kita juga siap atau tidak. Lebih baik kita mencoba menerjang arus tersebut ketimbang harus terbawa hanyut karena ketidaksiapan kita menghadapinya.

Karena nasib seseorang tidak akan berubah kecuali dengan usaha orang itu sendiri untuk merubahnya.

Well guys, Ini cuma sekedar coretan yang gw buat dari pikiran gue yang tiba-tiba aja lagi muncul dan mungkin bisa gw bagi-bagi ke semuanya yang suka baca blog antah-berantah ini. Huehuehehuhe

Thanks for reading and see you in the next post, readers! :D

17 Jul 2016

2 Sides of the Same Coin



Fig 1. Cupcake Introvert
Sejujurnya gw bukanlah seorang manusia yang gampang bersosialisasi dengan orang lain.

Mungkin orang-orang jaman sekarang lebih kenal dengan istilah Introvert, yang kalau gw artikan sendiri adalah seseorang yang lebih nyaman untuk melakukan hubungan intrapersonal dibandingkan dengan interpersonal. Bukan berarti mereka adalah seorang yang antisosial, bukan. Melainkan mereka hanya lebih menyenangi kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kesunyian dan kedamaian dibandingkan sebuah pesta gerlap-gempita yang isinya beribu-ribu orang banyak yang saling berinteraksi satu sama lainnya. Eh, bener nggak ya “gerlap-gempita”? ._.)

Perjalanan di blog gw ini udah cukup lama juga ternyata yep. Setelah gw membuka-buka lembaran demi lembaran, disusul dengan suara hati yang mengatakan “kok gw nggak ngarti ye sama tulisan gw sendiri”, dan gw melihat perubahan-perubahan diri gw dari tulisan-tulisan yang gw buat sendiri. Yaa, meskipun gw juga banyak hiatusnya. Huahaha..

Kalau gw hitung, gw mulai nulis blog ini mulai dari kelas 1 SMP atau kelas 7, dan sekarang gw udah berada di tahun ketiga di bangku sebuah universitas negeri di kota gw dan gw dulu pernah bercita-cita menjadi seorang programmer di post yang ini.. tapi sekarang ternyata nasib gw adalah kecemplung di fakultas kedokteran. Gw banting setir bak abang-abang angkot yang lagi ngejar setoran. Well, life really is stranger than ever. Dan yeep, kalau memang kita ingin menjadi seorang dokter yang baik otomatis mau bagaimanapun kita harus bisa berinteraksi dengan orang lain dengan baik, ye kan? Balik lagi tentang hal yang gw omongin di paragraf ke-1 (emang tadi lagi ngomongin apa yar?). Seorang dosen gw pernah bilang kurang-lebih begindang:

Kalian ini kan manusia, cobalah sekali-sekali ngobrol dengan orang asing di pinggir jalan, atau sekedar berinteraksi dengan orang lain, atau dengan orang yang kalian kenal, deh. Itu akan meningkatkan kualitas komunikasi kalian, jangan sampai kalian tidak bisa berkomunikasi dengan baik. Memang dalam berinteraksi dengan orang lain itu tidak selamanya menyenangkan, bisa saja setelah kalian berinteraksi malah ujungnya tidak menyenangkan. Tapi yaa, namanya juga hidup. Tidak semuanya hasilnya akan seperti yang kalian inginkan

Fig 2. Berbicara dengan orang tidak dikenal

Beliau memang salah satu dosen yang sudah senior dan bisa dibilang sepuh dan ilmu beliau sudah tidak diragukan lagi memang sangat banyak. Salah satu yang gw senangi dari kuliah beliau adalah itu, tadi, yang diatas, lagi ngajar fisiologi tiba-tiba kita disuguhkan dengan pelajaran mengenai kehidupan. Kan keyen.

Okeh, lanjut.

Jadi sebenernya kita mau ngomongin apa di postingan kali ini? Well, jadi gw agak sering terngiang dengan perkataan dosen gw tadi itu, dan di kehidupan ini semua pasti tidak akan selalu berjalan sebagaimana mestinya, sebagaimana yang kita harapkan, atau yang seharusnya kita inginkan. Setiap keputusan yang kita ambil dalam hidup ini pasti akan menghasilkan 2 outcome: sesuai atau tidak sesuai; baik atau buruk; asik atau nggak asik; cucok atau cuco’ banget boo’ iih. Ya.. pokoknya begitu, kalian pasti sudah mengerti. Seperti yang tadi dosen gw katakan, berinteraksi: hasilnya bisa menyenangkan atau tidak menyenangkan. Jadi, akan selalu ada 2 sisi untuk suatu hal yang terjadi di hidup ini.


*pembaca di kejauhan: ‘e bujug yar, bahasannya berat amet hari ini ._.’*


2 Sides of the Same Coin.

Artinya kalo parkir bayar Rp2000. Eh, bukan. Maksudnya, seperti koin pasti ada 2 sisi. Ada sisi Rp500an, ada sisi garuda. Kalo pake koin seceng-an, ada sisi Rp1000an ada sisi garudanya juga. Kalo pake duit kertas ceban-an, ada sisi pangeran antarasinya dan ada sisi gambarnya (gw lupa gambar apa). Yah.. pokoknya kayak gitu yak.

Di setiap kejadian di kehidupan ini, pasti akan ada 2 sisi yang berbeda tergantung dari mana kita melihat kejadian itu. Begitu pula dengan masalah, masalah itu bisa menjadi sebuah masalah yang besar atau kecil, tergantung bagaimana/ darimana kita melihat masalah tersebut.

Sebagai contoh pertama, misalkan seorang anak yang akan pergi ke luar negeri karena tugas dari kampus/universitasnya atau karena mendapatkan beasiswa. Di satu sisi, melihat dari sudut pandang anak tersebut pasti anak tersebut merasa gembira dan terus menghitung hari karena tidak sabar untuk berangkat. Mendapatkan pengalaman yang baru yang tidak pernah dirasakan sebelumnya, melihat dunia lebih luas lagi dari matanya. Sementara dari sisi yang lain, melihat dari sudut pandang keluarganya, orangtua yang menyayanginya pasti juga akan terus menghitung hari, tetapi bukan karena tidak sabar, melainkan menghitung hari berapa lama lagi anaknya akan berangkat dan meninggalkan mereka. Yah, bukan untuk selamanya pastinya, tetapi rasa kesepian itu pasti akan ada, kan? Dan dalam hati mereka akan bilang dengan lirih “aq gpp”.

Fig 3. "Aq gpp" in Javanese
Contoh kedua, misalkan game yang lagi booming di seluruh dunia yang dimainkan oleh seluruh kalangan usia! Pokemon™ Go! Iyak, karena gw juga sebenernya ketagihan maen Pokemon Go, sampe-sampe sekarang kerjaan gw maen diluar rumah maen sepedah dan muter-muter Cuma buat nyari pokemon. Itu bagus bukan!? Belum tentu! Kembali lagi, semuanya pasti memiliki 2 sisi yang berbeda. Di satu sisi, banyak berita-berita yang positif mengenai Pokemon Go itu, antara lain banyak orang-orang terutama anak-anak remaja zaman sekarang yang kerjaannya duduk di depan komputer main game seharian, iya, gw contohnya, jadi keluar rumah dan bersosialisasi dengan orang yang tidak dikenal dan juga bersosialisasi dengan alam. Iya, alam. Bukan, bukan yang nyanyi dangdut. Dan banyak juga kisah-kisah yang heartwarming mengenai interaksi-interaksi pemain Pokemon Go di seluruh dunia. Coba cari di gugel deh.

Fig 4. semua gara-gara Pikachu
Tetapi juga ada berita-berita negatif yang muncul mengenai Pokemon Go, contohnya kecelakaan beruntun karena mau menangkap pikachu, seseorang nyemplung ke jurang karena mau menangkap pikachu, seseorang tertabrak tiang listrik karena berjalan melihat hape, dan lain-lain dan kawan-kawannya. ..sebenernya kalau gw liat sih, ini semua gara-gara pikachu (?).. ._.) dan sampai-sampai muncul berita bahwa Pokemon Go itu berbahaya dan mau di block di Indonesia katanya. Cius miapah? Pokemon Go di Block? Tapi sinetron-sinetron alay itu nggak diurusin dan malah tambah banyak? *kzl*

Yah, intinya terlepas dari itu semua. Segala sesuatu yang terjadi pasti ada 2 sisi, tergantung bagaimana kita melihatnya. Perbedaan itu pasti ada dan tidak bisa kita hindarkan. Tergantung, bagaimana kita melihatnya. Apakah hal tersebut berdampak positif atau negatif, itu semua kembali kepada diri kita lagi, bagaimana kita melihatnya, dan apa tujuan dan niat kita sendiri.

~Tiar Teguh - The Laper Ways~

Well then, thanks for reading, guys!
Hari ini bahasannya rada gimanaa gitu yak.. wkwk *tsahh* Gotta catch ‘em all! xD

9 Mar 2016

Whoah! Gerhana Matahari Total di Indonesia!?

Halloh lagi, sodarah-sodarah! :D
Ternyata gw bisa balik lagi menulis (baca: menganiaya) blog gw yang kriuk-kriuk nyam-nyam ini.
Tapi pertanyaan yang sesungguhnya adalah: "Kenapa Tiar memutuskan untuk menulis postingan baru di hari ini?", dan jawabannya akan dijelaskan dalam curhatan gw berikut ini.

Jadi buat seluruh masyarakat Indonesia, sebangsa dan setanah-air, setumpah darah dan tumpah seae - kalo yang nonton kuche-kuche hotahe pasti tau - pasti udah tau kalo hari ini adalah hari yang punya momen keren di Indonesia.

Apa itu? Yak betul sekali sodara-sodara! Gerhana Matahari Total! Tepatnya tanggal 9 Maret 2016, hari ini, hari gw bikin postingan ini telah terjadi gerhana matahari total di Indonesia dari pukul 06.20 dan puncaknya pukul 07.30 WIB. Jadi dari kemaren gw memutuskan buat ngeliat momen langka nan menakjubkan yang katanya cuma terjadi setiap beberapa puluh (atau ratus) taun sekali.

Gile! kata gw.
Gile! kata gw lagi.
Gile lu ndro! kata gw minta digampar.
Gil.. okeh, cukup.

Anyway, jadi bertepatan dengan hari ini gw siap-siap bangun pagi buat ngeliat ntu mamang gerhana. Rencananya adalah: bangun pagi -> solat subuh -> solat gerhana -> mantengin gerhana sampe mata gw panas -> gw jadi nggak bisa ngeliat -> seneng soalnya udah ketemu sama si mamang. Yah.. kira-kira begitulah.

Ceritanya gw skip setelah gw selesai nongkrong di mesjid. Gw liat jam ternyata masih jam 7.14, "oh masih ada waktu sampe puncaknya", pikir gw. Gw liat temen gw ternyata temen gw udah pada ngibrit duluan, "oh mau lanjut tidur lagi" katanya maklum lagi libur. Gw liat ada abang-abang makan ager-ager, "loh itu ager-ager ngambil dari mana?" kata gw ngences, maklum belom sarapan.

Setelah itu gw bengong sambil ngobrol sama temen gw nungguin waktu puncak gerhananya tiba. By the way, himbauan dari BMKG dan KemenKes RI kalo katanya kita nggak boleh ngeliat mataharinya secara langsung yak? Soalnya kalo kita liat langsung nanti bisa ngerusak retina, a.k.a. saraf mata, nanti buta, deh, jadinya karena intensitas cahaya yang mendadak terlalu terang langsung masuk. Tapi karena gw adalah anak terlahir dengan sangat jenius, GW LUPA akan peringatan itu terus gw liat langsung ntu mamang matahari. Yah, Tiar....

Hasilnya adalah: Silau, bo'!
Iyeh! Silau. Kalo besok-besok ada gerhana lagi.. eh, nggak usah deh. Cobain aja, dah, pantengin matahari pagi-pagi nggak pake kacamata item selama 5 detik aja. Apakah anda akan terlihat keren? Tidak! Tapi setelah itu anda akan merem-melek kayak abis gadoin kripik maicih level 10 dicelup balsem geliga.

Gurih nyoy.

Setelah kedip-kedip (dan terlihat seperti banci genit) selama 10 menit, akhirnya mata gw kembali normal lagi. Gw memperhatikan sekeliling dengan seksama, dan ternyata gw baru sadar kalo ada mba-mba yang jual kacamata item buat ngeliat mataharinya. Cerdas!

Dengan harapan kalo gw bisa ngeliat jelas mataharinya tanpa harus terlihat seperti om-om metropolitan yang lagi kelilipan, gw langsung samperin mba-mbanya terus gw nanya.

Gw: *masih kedip-kedip* Mbak, kacamatanya dijual yak?
Mba: *agak menjauh - entah kenapa* eh iya mas.
Gw: Berapaan mba? *masih kedip-kedip - kali ini gw berharap bisa mempengaruhi harga*
Mba: 30 rebu mas.
Gw: (dalem ati: Busyeh 30 rebooo..!) Eh, yaudah deh mba.. *pasrah*
*buka dompet*
*ternyata cuma ada duit 2000-an 2 lembar*
Gw: euh.. yah, mba.. duitnya lupa bawa..
Mba: ......

Harapan gw pun pupus. Huhuh
Iya gw ngerti sih kalo momen-momen kayak gini itu memang kesempatan banget buat nyari rejeki dengan menjual barang-barang yang sangat dibutuhkan. Meskipun harganya mahal, tapi kalo memang sangat dibutuhkan, apalagi gerhananya cuma bentar banget dan fenomena ini langkaa pasti ada aja yang mau beli (Gw, contoh korbannya). Supply and Demand, Jenius! TAPI TETEP AJA MAHAAL BANGET MBAAK, HARGA MAHASISWA DONG MBAAK :"v

Gw pun menunduk melihat jalanan yang di aspal sambil niat buat pulang ajah.
Tiba-tiba gw denger ada suara-suara yang manggil gw dari belakang, dan ternyata itu temen gw yang bilang kalo kacamatanya dipake dulu nanti bayarnya belakangan. Gile bae bener lu broo.. tapi kenapa nggak digratisin aja gitu *ngarep*.

Tapi karena gw udah terlanjur seneng, langsung aja gw iya-in dan gw sukses poto-poto dan ambil pidio gerhananya di halaman depan mesjid. Asek. Puas foto-foto, ngambil vidio, selfie-selfie, akhirnya gw beranjak pulang terus gw makan.

Halloo Mamang Gerhanaa! :3
Btw, meskipin akhirnya yang keliatan bukan gerhana matahari total (soalnya daerah gw nggak kena bagian yang bisa ngeliat gerhana totalnya), tapi gw bisa dapet gambar yang lumayan oke. Heheu. Kalo penasaran videonya bisa ditonton disini yak. Di klik aja coba. Heheheh

Thanks for Reading, dear Readers! Smell ya later ~
:D


Postingan kali ini dipaksa disponsori oleh kakak gw. Terima kasih, kakak gw. :'v

15 Feb 2016

It has been a bumpy ride...

Well, hello folks! :D 

Here I am: Ichtiarsyah Suminar seekor manusia setengah gentong setelah sekian lama menghilang dari dunia pergoblog-an sekarang gw muncul lagi dengan secercah coretan diatas keyboard (baca: kibot) komputer.

Tulisan kali ini gw buat untuk mengenang masa-masa gw masih ngeblog dulu, dan ketika gw masih menjadi sebuntut anak muda yang memiliki impian dan harapan dengan imajinasi yang tanpa batas... atau bisa disebut juga sebagai: ALAY.

Iya, Alay.  
Anak (yang suka) Lempar-lempar AYam..
*terlihat seseorang ingin melempar lembing ke arah gw di kejauhan*

Anyway,
Apa kabar semuanya? Mudah-mudahan yang dulu sering banget buka blog gw ini masih waras yep. Gw terus mendoakan kalian setelah sekian lama kepergian gw dari blog ini.. dan semoga kalian balik lagi buat naekin pageviews lagi.

Ehem.
Guueee.. iseng-iseng nggak ada kerjaan terus keingetan blog gw yang dulu jadi temen curhat gw. Gw inget masa gw kalo lagi nggak jelas pasti nulis di blog, gw inget kalo misalkan gw lagi sedih gw nulis di blog, gw inget kalo misalkan gw ada kejadian lucu pasti nulis di blog, sampe-sampe dulu gw inget kalo kerjaan gw tiap malem itu nulis di blog udah kayak nulis diary so sweet so sweet-an sambil senyum-senyum ganjeun..  Euh, udah deh nginget-ngingetnya..

Kalo diibaratin misalkan blog ini adalah seorang cewe, pasti ini blog adalah termasuk cewe yang paling setia dan nggak pernah ngeluh tiap hari diketikin ama orang nggak jelas. Diketikin, bukan diketekin.
First comeback impression gw setelah sekian lama gw nggak buka ini blog adalah..



*Note: bacalah tulisan berikut ini dengan suara Charlita de Angel

"Ya ampun.. kasihan sekali blog-ku ini. Sudah sekian lama ditinggal, widget-widget sudah tidak berfungsi, namanya pun masih blo'onest blog ever meskipun sudah tahun 2016.. bahkan banner Headernya pun sudah hilang!.. Ya ampun.. SIAPA YANG NYOLONG HEADER GW WOI!"

 .......



Pokoknya!
Ada beberapa faktor manusia dan non-manusia yang membuat gw mengunjungi blog ini dan menumbuhkan niat gw buat nulis postingan ini. Sekarang tahun 2016 dan gw liat terakhir postingan gw di Archivess dibikin taun 2012. 4 Taon sodarah-sodarah! 4 Taon! Dalam 4 tahun ini sudah banyak perubahan di hidup gw, pekerjaan gw sehari-hari, ambisi gw, motivasi gw, lingkungan tempat gw menimba ilmu sekarang, teman-teman gw yang geleng-geleng sama gw bertambah dan teman-teman SMP dan SMA gw juga masih pada geleng-geleng sama gw.. sampe sekarang. Iya, gw juga nggak tau kenapa leher mereka bisa nggak pegel.

Twitter gw nggak keurus, facebook gw cuma kepake buat download slide kuliah dari dosen. Tapi sekarang gw punya cenel yusup!. Hahaha, Iye maapin gw promosi dikit boleh, dong! *kzl*

Beberapa faktor manusianya selain gw menjadi semangat lagi karena temen gw Feri mulai menulis blog dan tulisannya keren! - tidak seperti blog gw - adalah ketika gw tau kalo temen-temen kuliah gw pada baca tulisan alay gw nan imut-imut terus ngakak dan disebar-sebar! Iya, gw ngomong ama loe btw: T**ti, Zen**, Ap*p, Raf*i. Wkwk.

Sedangkan faktor non-manusianya adalah gw kesian ngeliat blog gw terbengkalai kayak gini, dan mungkin udah saatnya gw merapihkan blog gw yang udah jadi temen dan tempat curhatan alaynya gw selama bertaun-taun.


Well hello again, blog, thanks for all this time.. and now I will try to make you a little bit easier to be read. :)



Segini aja kali yak sepucuk postingan gw kali ini. Buat pembaca blog gw yang dari dulu udah sering baca tulisan gw makasih banyak, dan gw mau ngasih tau kalo gw masih idup dan gw makin ngacho dari yang dulu. Juga buat pembaca yang baru baca blog gw, Welcome ablog! Ini adalah blog orang nggak jelas dengan segala ke-alay-annya semasa hidup. Kalau kalian suka ngetawain kehidupan orang yang memang suka ketawa sendirian, kalian datang ke tempat yang tepat! Dan gw juga akan nyoba benahin ini sedikit demi sedikit biar lebih enak buat bacanya.

Kalo ditanya malu ato nggak ya gw mah malu aja ngerasa pengen facepalm pake setrikaan ngebaca tulisan-tulisan gw yang dulu, tapi yang gw tulis itu memang adalah sebuah kenyataan di hidup gw dan gw yakin setiap orang pasti akan mengalami masa alay.. mungkin bisa dipublikasikan menjadi sebuah teori kehidupan (?) ...

There you go guys!
Seling 4 tahun semenjak terakhir gw nulis cerita tentang gw disini, banyak hal yang terjadi dan semuanya memberikan warna dan perubahan dalam hidup gw. Yah, kayak yang dibilang sama creatornya The Legend of Korra: "It Has Been a Bumpy Ride.." .

And That's THAT!
If you really want to, please enjoy my old life stories,
You can check it on the archives, whichever post that you like and I hope that can make you laugh like it did to me. :)
*Translate: Buang Air Rp2000, Mandi Rp5000....

---------------------------------------------------------------------------------------

Oiyak, yang nyolong banner header blog gw beneran, PLIS. BALIKIN.